“Menunggu” Bukan Berarti Diam

Bahkan ada yang hanya memilih untuk menjalani hari dari pagi sampai malam di rumah saja, tanpa kegiatan yang berarti dengan pemahaman dan kesadaran bahwa sebentar lagi juga “dipanggil Tuhan”.

Pemikiran seperti ini terdengar wajar, tetapi sebenarnya “membahayakan” karena berarti setiap hari yang Tuhan beri menjadi tidak berharga.

Memang benar usia terus bertambah. Waktu hidup di dunia tentu semakin sedikit dibanding masa muda dulu. Walaupun kita tidak pernah tahu tentang kapan “Tuhan akan menjemput”. 

Berkurangnya waktu bukan berarti hilangnya tujuan hidup.  Selama masih diberi kesempatan untuk bangun pagi dan menghirup napas kehidupan, berarti hidup sehari ini harus melakukan hal yang berarti.

Usia Tua Saatnya Istirahat

Banyak orang mengira masa tua adalah masa untuk diam, duduk, dan banyak istirahat dan melihat waktu berjalan dengan sendirinya. Padahal, setiap tahap kehidupan memiliki perannya sendiri.

Saat muda, mungkin seseorang bekerja keras mencari nafkah.
Saat dewasa, membangun keluarga dan membesarkan anak.
Tetapi saat usia lanjut, Oma Opa masih bisa melakukan sesuatu yang tidak harus besar, tapi menjadi berkat bagi bagi orang lain.

Menjadi berkat tidak membutuhkan tenaga besar, tetapi bisa berupa kehadiran, perhatian, kata-kata yang menenangkan serta doa yang melegakan.

“Menunggu” Waktu yang Kita Tidak Tahu Kapan

Tidak ada seorang pun yang tahu kapan Tuhan akan memanggil seseorang untuk “pulang”. Bisa saja di usia muda, dewasa, atau tua. Pada usia tuapun bisa saja 70, 74 bahkan ada yang sampai 83, dan 90an juga masih belum Tuhan “panggil”.

“Menunggu” seharusnya bukan diisi dengan menyerah pada keadaan, melainkan dengan menjalani hari sebaik mungkin dengan kegiatan yang positif.

Setiap hari ketika kita bangun pagi, kita bisa berpikir:

“Apa yang masih bisa saya lakukan hari ini?”

Cara Mengisi Waktu dengan Hal yang Berarti

Berikut beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan Oma Opa agar tetap merasa berguna dan memiliki tujuan hidup:

1. Menjadi Pendengar yang Baik

Anak, cucu, atau teman sering kali hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan mereka.

2. Membagikan Pengalaman Hidup

Cerita kehidupan, perjuangan, dan pengalaman Oma Opa bisa menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda.

3. Tetap Belajar Hal Baru

Belajar memakai teknologi sederhana, mencoba hobi baru, membaca, atau berkebun dapat membuat pikiran tetap aktif dan positif.

4. Menjaga Kesehatan dengan Bijak

Berjalan pagi, makan teratur, dan menjaga pikiran tetap tenang bisa membuat Oma Opa menikmati hari dengan lebih baik.

5. Menjadi Berkat Melalui Hal Kecil

Memberikan senyuman, menyapa tetangga, mendoakan orang lain, atau memberi semangat dapat membuat hidup lebih berarti.

Masih Ada Napas, Masih Ada Tujuan

Usia hanyalah angka, yang paling penting bukan seberapa tua seseorang bisa hidup, tetapi apakah selama hidupnya, seberapa banyak ia bisa membawa dan menjadi kebaikan bagi sesama.

Jangan habiskan masa tua hanya dengan “menunggu” tapi isi hari-hari dengan hal yang membuat hati tetap hidup.

Selama Tuhan masih memberi hari yang baru, berarti masih ada alasan untuk bersyukur, bersemangat, tersenyum, dan menjadi berarti bagi orang lain. (TK)